Cara Seorang Pendidik Mengembangkan Kreativitas Anak

cara mengembangkan kreativitas anak

Ketika hendak memancing kreativitas seorang anak, sangat pentig bagi seorang pendidik berpikiran positif. Pikiran positif dapat menular, begitu pula dengan pikiran negatif. Bila pendidik selalu berpikiran negative seperti pesimis, merendahkan, menganggap buruk apa yang dilakukan anak, menganggap anak tidak mampu atau pun pikiran negatif lainnya, maka hal ini bukanlah hal yang baik.

Berpikiran Positif

Ketika hendak memancing kreativitas seorang anak, sangat pentig bagi seorang pendidik berpikiran positif. Pikiran positif dapat menular, begitu pula dengan pikiran negatif. Bila pendidik selalu berpikiran negative seperti pesimis, merendahkan, menganggap buruk apa yang dilakukan anak, menganggap anak tidak mampu atau pun pikiran negatif lainnya, maka hal ini bukanlah hal yang baik.

ra mengembangkan kreativitas anak misalnya, anak bermain dengan crayon dan membuat gambar di dinding, sebaiknya seorang pendidik tidak langsung marah dan tidak menganggap anak tersebut nakal. namun ucapkan kalimat yang baik dan pujian, lalu arahkan anak untuk menggambar di kertas atau buku yang disediakan untuk mengasah kreativitasnya.

Tidak Memaksa

Sikap memaksa merupakan sikap yang harus ditinggalkan oleh pendidik. Pemaksaan akan menimbulkan stress pada anak, sehingga jalan kreativitas akan buntu. Memaksa juga dapat menghilangkan ide dan imajinasi yang sebenarnya bisa dikembangkan oleh anak-anak.

Banyak kasus anak-anak mengubur ide dan imajinasi mereka sebab mengalami pemaksaan. Seorang pendidik harus siap sedia memasang telinga untuk mendengarkan ide dan imajinasi anak-anak, jangan menganggap bahwa anak kecil tidak tahu tentang apapun.

Tegas Terhadap Batasan Baik-Buruk dan Benar-Salah

Kreativitas adalah hal unik dan bisa begitu luas. Oleh karena itu, pendidik harus mampu menegaskan batasan pada anak-anak. Seperti apa kreativitas yang masuk kategori baik atau buruk maupun benar atau salah. Sebagian pendidik membiarkan kreativitas anak terasah tetapi dibiarkan tanpa pengawasan maupun batasan yang tegas, sehingga anak berkembang dengan kreativitas di jalan yang salah.

Bermain

Kegiatan bermain identik dengan dunia anak-anak. Bermain menjadi alternatif cara mengembangkan kreativitas anak. Akan tetapi, sebagai pendidik sudah seharusnya dapat mengarahkan anak-anak pada jenis permainan yang bagus untuk memancing kreativitas mereka.

Pertanyaan Kreatif

Jalinan komunikasi antara pendidik dan yang dididik merupakan salah satu hal penting. Komunikasi juga dapat memancing krativitas anak. Misalnya mencoba memberikan pertanyaan-pertanyaan ringan yang bisa membuat anak terbiasa mengerahkan daya pikirnya. Contoh pertanyaan ringan :

  1. Pernah melihat ikan? Apa warna ikan yang pernah dilihat? Ikan hidup dimana? Ikan makan apa? Sekarang apakah kamu bisa menggambar ikan? Coba gambarkan ikan di kertas itu!”
  2. “Pilot itu apa? Pernah lihat pesawat? Pernah naik pesawat? Pesawat terbang di mana? Sekarang apakah kamu bisa menggambar pesawat? Coba gambarkan pesawat yang bagus di kertas itu!”

Obrolan ringan dengan pertanyaan seolah sepele seperti itu dapat menjadi cara mengembangkan kreativitas anak.

Tantangan

Selain lima cara di atas, memberikan tantangan juga merupakan cara mengembangkan kreativitas anak. Remaja dan orang dewasa suka dengan tantangan. Begitu pula anak kecil, justru anak-anak sangat menyukai tantangan kemudian mereka bisa semakin tertarik dan mendalami tantangan tersebut, walaupun ada pula sebagian kecil anak-anak justru awalnya mengalami ketakutan.

Temukan kreativitas anak setelah berhasil melewati tantangan, baik secara individual maupun berkelompok. Namun tetap memfilter batasan sesuai usianya.

Pujian

Anak mana yang tak suka dipuji? Tahukah Anda bahwa pujian atas usaha yang dilakukan anak-anak dapat menjadi pemicu kreativitas mereka semakin berkembang. Bahkan cara mengembangkan kreativitas anak dengan melontarkan pujian dapat meningkatkan percaya diri dan mereka akan terpicu untuk melakukan kreativitas semakin baik dan lebih baik lagi.

Namun berikan pujian yang jujur dan memang layak mereka terima. Apabila karya atau usaha mereka belum layak mendapatkan pujian, maka sebaiknya pendidik mendorong anak-anak dengan menyemati dan memberikan solusi agar mereka semakin kreatif.

Eksplorasi

Pendidik perlu mendukung eksplorasi pada sasaran didiknya. Hal ini merupakan bagian dari cara mengembangkan kreativitas anak. Teori dan praktek adalah satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan dalam mendidik. Eksplorasi sendiri merupakan bagian dari praktek, namun dengan mendorong anak berekplorasi maka kreativitas akan terasah dan berkembang. Eksplorasi memancing keingin tahuan dan secara alami menumbuhkan kreativitas.

Mengasah Keberanian, Kemandirian dan Rasa Tanggung Jawab

Anak-anak yang sering kali dalam perlindungan dan tak diberikan kesempatan mandiri akan mencetak mereka menjadi kurang kreatif dan pengecut. Penting bagi pendidik untuk mengasah keberanian, kemandirian dan rasa tanggung jawab pada anak-anak. Biarkan mereka keluar dari zona nyaman. Tantang mereka mencari solusi dan berikan pemahaman mengenai tanggung jawab.

Pahami Anak

Setiap anak memiliki minat, bakat, karakter, dan sifat masing-masing. Pendidik seharusnya mampu memahami tentang hal itu pada setiap anak yang dididiknya. Hal tersebut akan berkaitan erat dengan kreativitas pengeluaran hk yang munculkan pada masing-masing anak. Anda tak bisa menyamakan atau pun membandingkan yang satu dengan yang lain, karena semua mempunyai kelebihan serta kelemahan.

Dengan memahami, pendidik dapat mencari cara mengembangkan kreativitas anak, kemudian mengasahnya agar menjadi luar biasa.

Beberapa Cara Meningkatkan Aktivitas, Kreativitas, dan Motivasi Siswa

Kreativitas Siswa

khir-akhir ini sering Kita jumpai kabar tentang keluhan para orang tua (wali murid) dan guru mengenai menurunnya motivasi anak untuk belajar. Padahal sesungguhnya, cara meningkatkan aktivitas, kreativitas, dan motivasi siswa sangatlah beragam. Sebelum mengetahui bagaimana cara meningkatkan aktivitas, kreativitas, dan motivasi siswa ada baiknya Anda mengetahui dulu makna dari aktivitas, kreativitas, dan motivasi itu sendiri.

Aktivitas merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk menumbuhkan kreativitas atau kemampuan untuk menciptakan sebuah motivasi. Motivasi menurut KBBI ialah dorongan yang berasal pada diri seseorang baik itu dilakukan secara sadar maupun tidak sadar untuk melakukan tindakan dengan tujuan tertentu.

Jadi, untuk menumbuhkan kreativitas dari dalam diri seorang anak, maka dibutuhkan aktivitas atau kegiatan-kegiatan yang dapat menumbuhkan motivasi dalam belajar. Berikut akan dijelaskan mengenai cara meningkatkan aktivitas, kreativitas, dan motivasi siswa dalam belajar.

Cara Meningkatkan Aktivitas, Kreativitas, dan Motivasi Siswa dalam Belajar

Inilah beberapa cara yang bisa Anda lakukan dalam rangka meningkatkan aktivitas, kreativitas, maupun motivasi pada siswa. Diantaranya:

Pilih Waktu yang Tepat

Pahamilah waktu yang tepat untuk anak belajar. Dalam hal ini, setiap anak memiliki waktu tersendiri yang membuat mood anak nyaman untuk belajar. Ada anak yang belajar di kala sore hari, malam hari, bahkan pagi hari. Nah, mulai sekarang coba tanyakan pada anak, kapan waktu yang tepat untuk belajar dan latihlah anak untuk membuat agenda belajarnya agar konsisten melakukan.

Belajar Kelompok

Ada juga tipe anak yang termotivasi belajar karena melihat temannya lebih unggul darinya. Tipe jenis ini, orang tua atau guru harus mampu memberi dorongan kepada anak agar mau berusaha lebih konsisten lagi untuk belajar. Bisa dengan memberikan fasilitas les atau kursus data hk kepada anak agar termotivasi atau juga dengan belajar kelompok. Membentuk kelompok belajar akan membuat anak bisa lebih paham dan merasa lebih santai karena belajar dengan temannya sendiri.

Pahami Gaya Belajar Anak

Setiap anak memiliki gaya belajar yang beragam. Apa saja gaya belajar pada diri seorang anak? Berikut penjelasannya:

Visual

Pembelajaran ini menggunakan visual yakni berupa gambar, foto, diagram, ataupun bentuk lain yang sifatnya dapat dilihat dengan indra penglihatan. Menandai poin-poin penting dari materi dengan bolpoin warna-warni atau stabilo akan membuat anak lebih mudah mengingat, karena anak akan lebih mudah mengerti dan memahami dengan melihat sesuatu yang memiliki nilai artistik.

Ciri-ciri tipe visual:

  • Suka menggambar.
  • Lebih mudah mengingat dengan melihat daripada mendengar.
  • Cenderung menulis ulang materi yang telah didapat dengan bahas sendiri.
  • Suka membuat catatan-catatan kecil.

Auditori

Cara ini menggunakan bunyi sebagai media dalam belajar. Biasanya anak yang suka mendengarkan musik ketika belajar, termasuk dalam kategori ini.

Ciri-ciri tipe Auditori:

  1. Lebih mudah mengingat dengan mendengar daripada melihat.
  2. Membaca dengan mengeluarkan suara atau dengan menggerakkan bibir.
  3. Mudah mengingat nama orang saat berkenalan dengan orang baru.
  4. Suka berdiskusi dengan orang lain.

Kinestik

Gaya belajar ini melibatkan gerakan sebagai cara untuk mempelajari sesuatu. Biasanya tipe ini dimiliki anak yang tidak bisa betah berdiam cukup lama di kelas.

Ciri-ciri tipe kinestik:

  • Menyukai aktivitas dengan melibatkan gerakan.
  • Lebih suka menghafal dengan memeragakan badan sebagai isyarat tubuh.
  • Menyenangi belajar dengan praktik secara langsung.
  • Lakukan hal yang disukai.

Jangan memaksa anak untuk belajar, tapi buatlah anak merasa senang ketika belajar. Sebelum melakukan cara meningkatkan aktivitas, kreativitas, dan motivasi siswa dalam belajar tadi, berikan anak kesempatan untuk bersenang-senang. Senang-senang di sini bukan berarti membiarkan anak bermain sepuasnya sampai lupa waktu ya, tetapi berilah waktu yang cukup buat anak bermain dengan teman-temannya.

Lalu ingatkan juga kewajiban anak yang lain agar anak tidak melewati batas. Berkomunikasilah dengan anak sesuai bahasa mereka. Jalin komunikasi yang baik dengan menjelaskan dan memberi pengertian kepada anak atas tugas-tugas yang dimilikinya.

Memberi Reward

Sekali-kali memberikan reward kepada anak ketika mereka mampu mencapai targetnya diperbolehkan. Namun, jangan terlalu sering melakukannya. Berilah reward tersebut ketika anak memang benar-benar pantas mendapatkan. Reward (hadiah) tidak mesti berupa barang atau benda. Pujian kepada anak atas pencapainnya juga merupakan suatu hadiah yang juga layak untuk diberikan.

Ingat! Jangan suka membanding-bandingkan anak karena setiap anak memiliki prosesnya sendiri. Semua anak memiliki bakat, asalkan orang tuanya mampu mengarahkan dan mendukung anak dalam setiap langkah yang dilalui.

Nah, dari penjelasan di atas, langkah apa saja yang sudah Anda terapkan kepada anak atau siswa? Jangan lupa untuk menerapkan beberapa cara meningkatkan aktivitas, kreativitas, dan motivasi siswa di atas ya.

Kegiatan Produktif Anak yang Bisa Dilakukan di Rumah

Kegiatan produktif anak di rumah

Membagi waktu antara sekolah, belajar dan melakukan kegiatan menyenangkan memang bukan hal yang mudah bagi anak. Apalagi sistem full day school yang mungkin membuat anak merasa penat. Jika weekend atau hari libur tiba, mereka lebih suka bersantai atau malas-malasan karena rutinitas padat saat weekdays. Oleh sebab itu, penting bagi orangtua untuk memberikan kegiatan produktif anak di rumah. Hal ini bisa membantu mengatasi penat mereka tanpa harus mencari hiburan di luar rumah.

Agar Anda bisa memaksimalkan potensi anak, pastikan memberikan pendidikan yang baik di lingkungan rumah. Yuk, simak apa saja hal yang bisa Anda coba bersama si kecil di rumah berikut ini!

Membantu membersihkan kamar atau rumah

Membiasakan anak disiplin sejak bangun pagi merupakan hal penting agar mereka sadar mengenai tanggung jawab. Anda wajib mengajarkan anak untuk senantiasa membersihkan kamar setelah bangun tidur. Jika memiliki waktu luang atau masa liburan tiba, ajak si kecil membantu membersihkan rumah.

Meskipun anak-anak mungkin mengeluh karena mengurangi jam istirahat, mengajarkan kegiatan produkti anak di rumah bisa mengajarkan mereka untuk memiliki sifat bekerja keras alias tidak manja lho! Anda bisa mulai dari pekerjaan ringan saja seperti menyapu lantai atau mencuci piring saja.

Membuat hasta karya

Bosan dengan libur panjang yang tidak ada agenda jalan-jalan ke luar rumah? Anda bisa mencari ide kegiatan produktif anak di rumah seperti membuat hasta karya. Cari ide hasta karya dari barang-barang bekas yang tidak terpakai atau bahan daur ulang. Anda bisa membuat vas atau kotak pensil dari botol bekas minuman yang tidak dipakai dan dicat warna-warni. Bisa pula membuat gantungan kamar dari bahan murah seperti kain flanel, kain perca atau benang. Biarkan si kecil berkreasi dengan desain miliknya sendiri ya!

Mengajaknya belajar memasak

Tak hanya anak perempuan saja, anak laki-laki pun bisa belajar memasak bersama ibu, kok. Kegiatan produktif anak di rumah saat memiliki masa luang ini sangat bermanfaat. Ajak si kecil belajar membuat makanan favoritnya atau kesukaan anggota keluarga lain. Anda juga bisa mengajak anak berkreasi membuat kue yang disukai. Dijamin mereka akan antusias belajar dan membantu Anda. Jika makanan favorit sudah jadi, minta mereka membagikannya pada orang-orang tersayang di rumah data sgp.

Berkebun

Kegiatan produktif anak di rumah yang bisa Anda coba adalah berkebun. Ajak si kecil mencintai lingkungan sejak usia dini dengan menanam berbagai bunga dan tanaman di halaman rumah. Kalau Anda memiliki ukuran kebun yang minimalis, bisa mengkreasikan ide taman vertikal. Biarkan si kecil belajar mengenai berbagai jenis tumbuhan termasuk cara merawat yang benar.

Membaca buku

Si kecil bosan dengan rutinitas membaca buku pelajaran setiap hari? Sesekali ajak dia membaca buku cerita anak, sejarah, komik, dan lain-lain. Anda juga harus menemani si kecil membaca buku ya! Kebiasaan ini bisa membuat si kecil menjadi pribadi yang cinta membaca, berwawasan dan cerdas sejak usia dini.

Setelah ia selesai membaca buku favorit, Anda bisa mencoba untuk menanyakan apa yang ia baca. Biarkan ia bercerita atau mendongeng untuk mendukung pemahaman pada bacaan termasuk melatih kemampuan komunikasi. Dijamin kegiatan produktif anak di rumah ini sangat bermanfaat untuk perkembangan otak dan psikologisnya.

Menggambar

Sediakan sebuah buku gambar atau tembok khusus menghasilkan karya-karya terbaik. Biarkan anak bereksperimen dengan menggambar hal-hal yang ia suka. Anda juga bisa memberikan referensi gambar dari media cetak atau internet. Media tembok khusus ini juga bisa menjadi salah satu alternatif agar anak tidak mencoret-coret tembok rumah yang lain. Kalau Anda bisa memilih kegiatan produktif anak di rumah yang bermanfaat, kenapa tidak?

Bermain mainan edukasi

Anak-anak memang tak bisa lepas dari mainan. Saat ia memiliki waktu luang atau libur sekolah, pasti ingin menghabiskan waktu untuk bermain. Kalau Anda sedang sibuk dan tidak bisa menemani si kecil bermain di luar rumah, berikan jenis mainan edukasi. Anda bisa membelikan permainan seperti lego, microphone untuk menyanyi, alat musik dan lain-lain. Jenis mainan yang edukatif akan membantu anak Anda mengembangkan kreatifitas dan potensi diri yang dimiliki. Hal ini jauh lebih bermanfaat dibandingkan ia menghabiskan waktu seharian untuk menonton televisi atau bermain gawai. Yuk, selektif memilih jenis permainan anak yang bernilai edukasi ya!

7 kegiatan produktif anak di rumah bisa menjadi bahan referensi untuk Anda yang pusing memberikan jenis kegiatan yang bermanfaat. Anak-anak memiliki periode emas yang harus dikembangkan secara maksimal agar memiliki karakter yang baik sejak dini. Anda jelas ingin memiliki anak yang cerdas dan bersikap tanggung jawab pada diri sendiri atau keluarga, bukan? Ajak si kecil menikmati waktu luang dengan berbagai hal positif ya!