Beberapa Cara Meningkatkan Aktivitas, Kreativitas, dan Motivasi Siswa

khir-akhir ini sering Kita jumpai kabar tentang keluhan para orang tua (wali murid) dan guru mengenai menurunnya motivasi anak untuk belajar. Padahal sesungguhnya, cara meningkatkan aktivitas, kreativitas, dan motivasi siswa sangatlah beragam. Sebelum mengetahui bagaimana cara meningkatkan aktivitas, kreativitas, dan motivasi siswa ada baiknya Anda mengetahui dulu makna dari aktivitas, kreativitas, dan motivasi itu sendiri.

Aktivitas merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk menumbuhkan kreativitas atau kemampuan untuk menciptakan sebuah motivasi. Motivasi menurut KBBI ialah dorongan yang berasal pada diri seseorang baik itu dilakukan secara sadar maupun tidak sadar untuk melakukan tindakan dengan tujuan tertentu.

Jadi, untuk menumbuhkan kreativitas dari dalam diri seorang anak, maka dibutuhkan aktivitas atau kegiatan-kegiatan yang dapat menumbuhkan motivasi dalam belajar. Berikut akan dijelaskan mengenai cara meningkatkan aktivitas, kreativitas, dan motivasi siswa dalam belajar.

Cara Meningkatkan Aktivitas, Kreativitas, dan Motivasi Siswa dalam Belajar

Inilah beberapa cara yang bisa Anda lakukan dalam rangka meningkatkan aktivitas, kreativitas, maupun motivasi pada siswa. Diantaranya:

Pilih Waktu yang Tepat

Pahamilah waktu yang tepat untuk anak belajar. Dalam hal ini, setiap anak memiliki waktu tersendiri yang membuat mood anak nyaman untuk belajar. Ada anak yang belajar di kala sore hari, malam hari, bahkan pagi hari. Nah, mulai sekarang coba tanyakan pada anak, kapan waktu yang tepat untuk belajar dan latihlah anak untuk membuat agenda belajarnya agar konsisten melakukan.

Belajar Kelompok

Ada juga tipe anak yang termotivasi belajar karena melihat temannya lebih unggul darinya. Tipe jenis ini, orang tua atau guru harus mampu memberi dorongan kepada anak agar mau berusaha lebih konsisten lagi untuk belajar. Bisa dengan memberikan fasilitas les atau kursus data hk kepada anak agar termotivasi atau juga dengan belajar kelompok. Membentuk kelompok belajar akan membuat anak bisa lebih paham dan merasa lebih santai karena belajar dengan temannya sendiri.

Pahami Gaya Belajar Anak

Setiap anak memiliki gaya belajar yang beragam. Apa saja gaya belajar pada diri seorang anak? Berikut penjelasannya:

Visual

Pembelajaran ini menggunakan visual yakni berupa gambar, foto, diagram, ataupun bentuk lain yang sifatnya dapat dilihat dengan indra penglihatan. Menandai poin-poin penting dari materi dengan bolpoin warna-warni atau stabilo akan membuat anak lebih mudah mengingat, karena anak akan lebih mudah mengerti dan memahami dengan melihat sesuatu yang memiliki nilai artistik.

Ciri-ciri tipe visual:

  • Suka menggambar.
  • Lebih mudah mengingat dengan melihat daripada mendengar.
  • Cenderung menulis ulang materi yang telah didapat dengan bahas sendiri.
  • Suka membuat catatan-catatan kecil.

Auditori

Cara ini menggunakan bunyi sebagai media dalam belajar. Biasanya anak yang suka mendengarkan musik ketika belajar, termasuk dalam kategori ini.

Ciri-ciri tipe Auditori:

  1. Lebih mudah mengingat dengan mendengar daripada melihat.
  2. Membaca dengan mengeluarkan suara atau dengan menggerakkan bibir.
  3. Mudah mengingat nama orang saat berkenalan dengan orang baru.
  4. Suka berdiskusi dengan orang lain.

Kinestik

Gaya belajar ini melibatkan gerakan sebagai cara untuk mempelajari sesuatu. Biasanya tipe ini dimiliki anak yang tidak bisa betah berdiam cukup lama di kelas.

Ciri-ciri tipe kinestik:

  • Menyukai aktivitas dengan melibatkan gerakan.
  • Lebih suka menghafal dengan memeragakan badan sebagai isyarat tubuh.
  • Menyenangi belajar dengan praktik secara langsung.
  • Lakukan hal yang disukai.

Jangan memaksa anak untuk belajar, tapi buatlah anak merasa senang ketika belajar. Sebelum melakukan cara meningkatkan aktivitas, kreativitas, dan motivasi siswa dalam belajar tadi, berikan anak kesempatan untuk bersenang-senang. Senang-senang di sini bukan berarti membiarkan anak bermain sepuasnya sampai lupa waktu ya, tetapi berilah waktu yang cukup buat anak bermain dengan teman-temannya.

Lalu ingatkan juga kewajiban anak yang lain agar anak tidak melewati batas. Berkomunikasilah dengan anak sesuai bahasa mereka. Jalin komunikasi yang baik dengan menjelaskan dan memberi pengertian kepada anak atas tugas-tugas yang dimilikinya.

Memberi Reward

Sekali-kali memberikan reward kepada anak ketika mereka mampu mencapai targetnya diperbolehkan. Namun, jangan terlalu sering melakukannya. Berilah reward tersebut ketika anak memang benar-benar pantas mendapatkan. Reward (hadiah) tidak mesti berupa barang atau benda. Pujian kepada anak atas pencapainnya juga merupakan suatu hadiah yang juga layak untuk diberikan.

Ingat! Jangan suka membanding-bandingkan anak karena setiap anak memiliki prosesnya sendiri. Semua anak memiliki bakat, asalkan orang tuanya mampu mengarahkan dan mendukung anak dalam setiap langkah yang dilalui.

Nah, dari penjelasan di atas, langkah apa saja yang sudah Anda terapkan kepada anak atau siswa? Jangan lupa untuk menerapkan beberapa cara meningkatkan aktivitas, kreativitas, dan motivasi siswa di atas ya.